loading...

Di masa reses dan liburan DPR RI kita, ternyata Fadli Zon menjadi utusan Indonesia ke London. Dengan tugas yang lumayan penting untuk bisa dikerjasamakan dengan parlemen Inggris. Dimana seperti yang dilansir oleh media pemberitaan DPR.RI.go.id(19/11/2018), Indonesia akan merayakan era keterbukaan Parlementer baru di tahun 2018.
Bersama dengan WFD (Westminster Foundation for Democracy), yang diwakili oleh Anthony Smith di KBRI London, akhirnya bisa menyepakati era keterbukaan tingkat global tersebut.
Tapi yang menjadi unik di sela-sela kegiatan sidang yang akan dilakukan disana, dibarengi aksi kampanye. Apakah ini dibenarkan? Ketika menggunakan fasilitas negara untuk melakukan aksi kampanye bagi peruntungan orang yang didukungnya?
Dimana seperti yang dilansir oleh tribunnews.com (18/11/2018), Fadli Zon masih bisa meluangkan waktu untuk membuat puisi tentang polemik yang lagi hangat-hangatnya yang terjadi di Indonesia. Seakan tampak mulia terus memperhatikan kondisi yang terjadi di Indonesia, meskipun badan sedang berada di negeri asing. Tapi gak tahunya, malah menjelek-jelekkan bangsa sendiri. Seakan menyindir tentang Poster Jokowi yang menjadi raja yang beredar di hampir seluruh Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah.
Kemudian bukan hanya buat puisi, malah seakan mengumpulkan warga Indonesia yang ada di London, dan mahasiswa untuk mendengarkan puisi buatannya itu. Melakukan kampanye dengan fasilitas negaa. Padahal ongkos dan biaya akomodasi serta penginapan selama berada disana dipastikan menggunakan uang negara.
Jadi pertanyaannya, ke London mau kunjungan kerja atau malah kampanye? Bahkan mencoba menjadi sastrawan dadakan dan menggelar pertemuan untuk warga RI bisa mendengarkan puisi karangannya? Beginikah peran legislator kalau berkunjung ke negara lain, ada job tambahan untuk kepentingan dirinya sendiri?
Kemudian ketika melihat Agenda di DPR, seperti yang dilansir oleh situs resmi DPR.RI.go.id, maka Senin (19/11/2018), masih masuk masa reses. Dimana memang besoknya, hari merah, DPR juga libur di tanggal itu. Setelah masa reses dan liburan, hari ini dan besok, maka Rabu sampai Jumat depan, menjadi hari efektif bagi DPR untuk bersidang.
Ketika Fadli Zon sejak Kamis (15/11/2018) lalu sudah berada di London, menjadi delegasi Indonesia dalam urusan keterbukaan legislasi pemerintahan RI, maka agenda berikutnya ternyata melakukan agenda yang memang bukan agenda kenegaraan. Dimana seperti yang dilansir oleh wartaekonomi.co.id (18/11/2018), beliau sempat presentase puisi ciptaan beliau tentang ‘Petruk jadi Raja’ di hari Jumat-nya.
Kemudian melakukan kampanye untuk penyemangat sang pimpinan yang maju jadi Capres, seakan ingin mendeklarasi bahwa warga Indonesia di Inggris-pun mendukung Prabowo untuk maju jadi Capres. Ada diskusi dengan warga Indonesia maupun mahasiswa di London.
Timbul pertanyaan, adakah itu merupakan bagian dari tugas negara? Adakah itu bagian dari kunjungan kerja ke London. Dimana memang disamping beliau ada beberapa delegasi lainnya, yakni Anggota DPR RI Robert Jopy Kardinal, Anggota DPR RI Mahfudz Abdurrahman, Anggota DPR RI Willgo Zainar, Anggota DPR RI Faisal Muharram dan Anggota DPR RI Jon Erizal. Itu berarti ada 6 orang anggota dewan pergi ke sana.
Tidak tahu aktivitas dari 5 anggota dewan tersebut di London setelah pertemuan efektif dengan Senator Inggris pada hari Kamis lalu. Sedangkan Fadli Zon sudah jelas agenda pribadi dari beliau, yakni ingin besarkan Prabowo di negeri orang. Ingin membalikkan keadaan dulu, dimana warga Indonesia yang ada di luar Indonesia lebih dominan mendukung Jokowi.
Tapi mungkinkah mereka akan sudah berada di tanah air per hari efektif masa sidang,yakni pada Rabu (21//11/2018) ini? Atau masih memperpanjang masa jalan-jalan sekaligus kampanye di sana untuk mendapatkan dukungan dari warga Indonesia yang memang bermukim disana? Hitung-hitung uang harian supaya banyak yang bisa masuk ke kantong.
Adapun uang harian yang akan dikantongi oleh masing-masing legislator, seperti yang dilansir oleh Dimana seperti yang dilansir BBC.com (5/9/2017), yakni berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 47 Tahun 2017, bahwa standar uang harian yang akan diterima oleh masing-masing Anggota minimal 6 juta perhari. Dan melihat jauhnya juga, kalau ke Inggris mencapai Rp.10,5 juta per harinya. Itu artinya jika mereka berada di London selama 8 hari dihitung masa perjalanan, maka potensi uang masuk mencapai Rp.80 juta per orang-nya.
Apakah ini nikmatnya atau enaknya jadi Anggota Dewan yah? Jalan-jalan dibiayai oleh negara, tugasnya dan tanggung jawabnya tidak tahu beres apa belum? Lanjut mendadak sastrawan yang seakan-akan punya jam terbang tinggi, tapi hasil puisinya bohong belaka. Apakah sama seperti orangnya yang memang 'Zonk'?
0 Response to "Alamak! Di London Fadli Zon Mendadak Sastrawan, Pakai Uang Negara Kampanyekan Prabowo"
Posting Komentar