loading...

Tabiat Buruk Prabowo Kembali Hina Tukang Ojek, Diskak Sama Driver Ojol

loading...


Saya seperti biasa setiap pergi bekerja selalu menggunakan salah satu ojek online yang ada di Indonesia. Selain harganya yang terjangkau, menggunakan ojek online juga menghemat waktu perjalanan. Karena ojek online bisa mengatasi kemacetan yang sering terjadi pada jam-jam sibuk.

Dan hari ini, saya juga menggunakan ojek online. Saya penasaran dan ingin mengetahui tanggapan dari driver ojol yang ojeknya saya tumpangi. Apakah dirinya merasa tersinggung dengan ucapan Prabowo yang mengatakan bahwa dirinya miris melihat pemuda tamatan SMA hanya menjadi tukang ojek.

“Mas, sudah berapa lama jadi driver Gr*b?” tanya saya.

“Sudah lama pak, sudah sekitar setahunan” Jawab driver ojol, kita panggil saja namanya Budi.

“Kenapa tidak kerja kantoran saja, mas?” tanya saya memancing Mas Budi untuk bicara.

“Enakkan jadi driver Gr*b, pak daripada kerja kantoran.”

“Bukannya enak kerja kantoran mas daripada ngojek?”

“Kalau kerja kantoran mah waktunya terikat pak, kalau ngojek waktunya bebas”

“Oh..gitu..” dalam hati saya bilang betul juga kata Mas Budi ini.

Dan juga hasilnya lebih banyak dari kerja di kantoran pak, lebih tinggi dari UMR Jakarta”

“Lho kok bisa?” Tanya saya, jadi penasaran dengan keterangan dari Mas Budi ini.

“Satu hari dapat berapa, mas?”

“Kalau lagi rame bisa sekitar Rp.300.000,- pak, kalau sepi paling setengahnya.” Jawab Mas Budi.

“Wah, lumayan juga ya... kalau rajin sebulan bisa dapat Rp.8 jutaan dong ya?”


“Ya, begitulah pak... daripada kerja kantoran paling juga tinggi juga Rp.4 juta”

“Iya juga ya...”

“Terus kata Prabowo, dia miris melihat pemuda tamatan SMA kerja jadi tukang ojek?”

“Prabowo mah ngaco... enakkan kerja begini. Kerja bisa kapan saja. Kalau rajin bisa dapat banyak. Untuk diri sendiri lagi. Yang penting halal, pak”

“Betul juga ya, yang penting halal. Dan penghasilannya lebih besar dari UMR Jakarta. Apa pun pekerjaannya tak masalah.” Kata saya

“Iya pak...”

Itulah sekelumit percakapan saya dengan driver ojek online yang saya tumpangi pagi tadi. Dan saya yakin driver ojek online ini lebih senang menjadi tukang ojek daripada kerja kantoran yang waktunya terikat sedangkan penghasilannya juga lebih menguntungkan menjadi tukang ojek. Yang penting pekerjaannya halal pekerjaan apa pun tidak menjadi persoalan.

Dan sungguh menyedihkan kalau melihat tabiat Prabowo yang selalu menghina rakyat kecil. Setelah menghina profesi wartawan yang katanya gajinya kecil sampai-sampai tak bisa nge-mall. Menghina masyarakat Boyolali yang kata Prabowo saking miskinnya sampai tidak bisa nginap di hotel bintang lima. Jangankan menginap masuk ke hotel itu saja langsung diusir keluar. Dan kali ini Prabowo masih saja menghina pekerjaan tukang ojek.

"Ada meme, katanya lintas karir pemuda Indonesia itu dari lulus SD, masuk SMP, lulus masuk SMA, tapi lulus sekolah jadi tukang ojek," kata Prabowo sambil menunjuk slide presentasi yang disimbolkan helm motor berwarna hijau, di Shangri-La Hotel, Jakarta, Ravu (21/11/2018).

Kalau tak menghina rakyat kecil bukan Prabowo namanya. Prabowo yang tidak pernah merasakan bagaimana susahnya menjadi rakyat kecil tentu tidak mempunyai empati sedikit pun kepada mereka yang mempunyai profesi seperti tukang ojek ini. Sebuah pekerjaan yang dianggap hina oleh Prabowo. Padahal penghasilan seorang tukang ojek online lebih besar daripada seorang pekerja yang mendapat gaji setara UMR DKI Jakarta.

Dan seorang driver ojek online, menanggapi pernyataan dari Prabowo tersebut. Yang menurut dirinya selama pekerjaan tersebut halal, kenapa harus malu melakoninya? Jadi, Prabowo tidak usah pura-pura miris melihat para tukang ojek. Selama pekerjaan tersebut halal dan penghasilannya lebih tinggi dari UMR DKI Jakarta kenapa malu untuk dikerjakan?

“Gak usah miris Om Prab, santai saja. Kami baik2 saja krn kami pekerja keras yg selalu berjuang utk menghidupi kel kami, yg penting halal & berkah. #kami justru yg miris, kelihatannya kaya raya tapi kerjanya kok ngurus kuda & ngamukan??? “

Mau ketawa tapi takut dosa. Gak ketawa kok lucu jawabannya. Bang Ojol ini memang keren. Langsung menohok ke jantung Prabowo. Makanya kalau mau jadi pemimpin itu jangan suka menghina rakyat kecil. Apa pun profesinya yang penting halal dan berkah. Dari pada jadi pejabat tapi hartanya dari korupsi? Lebih baik jadi tukang ojek, meski sedikit tapi halal.


0 Response to "Tabiat Buruk Prabowo Kembali Hina Tukang Ojek, Diskak Sama Driver Ojol"

Posting Komentar