loading...

Hubungan Demokrat dengan koalisi kembali gaduh. Beberapa waktu lalu SBY dengan lantang menyatakan bahwa pencapresan Prabowo tidak menguntungkan Demokrat. Pernyataan ini mendapat reaksi dari kader PAN, Egi Sudjana. Menurut Egi, SBY berpolitik seperti banci, tidak tegas arah politiknya.
Belum selesai kegaduhan sebelumnya, Demokrat kembali muncul ke permukaan dengan isu menuntut pemenuhan janji. Padahal sebelumnya Sandi mengaku hubungan Demokrat dengan koalisi baik-baik saja, hanya masalah tidak adanya kecocokan waktu saja kenapa AHY belum pernah ikut kampanye.
Ternyata oh ternyata ada persoalan pelik sebenarnya dalam koalisi ini. Hal ini terang benderang dipublikasikan Demokrat melalui Jubir Kogasma Partai Demokrat Putu Supadma Rudana. Di bawah ini akan disajikan pernyataan Demokrat secara jelas, dan tentu akan penulis komentari.
1. “Sekjen Partai Gerindra memberikan informasi yang tidak utuh, tendensius dan menyesatkan publik serta berusaha menyeret Komandan Kogasma PD pada persoalan yang tidak produktif.”(Demokrat)
Ternyata ada ketidaksamaan persepsi antara Demokrat dengan Gerindra. Hal ini tidak senada dengan komentar-komentar jubir PBN yang menyatakan hanya masalah komunikasi saja antara Sandi dengan AHY. Ternyata ada kecenderungan menyeret AHY pada persoalan yang tidak produktif.
2. “… Mas Sandiaga Uno berjanji banyak hal di hadapan Bapak SBY dan Bapak Prabowo Subianto. Setelah berjanji banyak hal, Sandiaga Uno meminta kesediaan Mas AHY untuk ikut bersafari dengan Sandiaga Uno. Mas AHY menyanggupi tetapi tidak ditentukan waktunya kapan. Hingga hari ini, Mas Sandiaga Uno bukan hanya tidak ada itikad baik untuk menepati janji-janjinya itu, tetapi juga tidak pernah melakukan komunikasi lagi dengan Mas AHY.” (Demokrat)
Sepertinya Demokrat terbuai dengan janji palsu Sandi. Janji apakah itu? Tidak mungkin janji jabatan atau posisi di pemerintahan, karena belum berkuasa. Yang sangat mungkin dijanjikan Sandi adalah logistik.
Sandi sendiri mengakui koalisi dan dirinya sendiri sedang mengalami kesulitan dana. Menurut Andi Arief, Sandi memberikan isi kardus ke PAN dan PKS. Sementara sampai saat ini, Demokrat belum dapat apa-apa dari Sandi padahal kader sudah ikut ambil bagian dalam kampanye dengan menjadi narasumber dalam diskusi-diskusi.
Maka tidak salah kalau Sandi mungkin menjanjikan logistik juga ke Demokrat, yang sebelumnya sudah kehabisan logistik demi mengorbitkan putra mahkota jadi cawapres.
3. “… Pertanyaan terbesar kami, seberapa serius Mas Sandiaga Uno berjuang untuk menang ketika duduk bersama antara para Anggota Dewan Pembina saja tidak pernah dilakukan, sehingga tidak jelas siapa akan berbuat apa. Mas AHY sebagai Komandan Kogasma terbiasa berpikir dan bertindak sistematis; sebelum eksekusi lapangan, selalu ada perencanaan dan persiapan yang matang. Beliau meyakini, persiapan yang baik adalah 50% kemenangan.” (Demokrat)
Demokrat membongkar keburukan koalisi. Soliditas koalisi yang morat-marit seperti asumsi publik itu ternyata benar adanya. Ternyata tidak ada konsep kampanye Prabowo-Sandi selama ini. Pantas saja selama ini kampanye Sandi sering blunder dan main hantam saja. Mungkin karena belum mendapat sentuhan pak mantan.
4. “… Jadi prioritas pertama ada pada partai baru kemudian Capres-Cawapres. … bagi Partai yang tidak memiliki Capres Cawapres harus bekerja keras karena tidak memiliki pengaruh langsung dan efek elektoral.” (Demokrat)
Pernyataan SBY tentang pencapresan Prabowo yang tidak membawa untung kembali menjadi pokok perhatian Demokrat. Mereka meminta agar memperhatikan partai dulu baru kemudian capres-cawapres. Ini tentu sangat tidak mungkin dikabulkan Sandi yang bukan pemilik partai seperti Prabowo. Nah di sini Prabowo di mana? Kenapa hanya Sandi saja yang diserang Demokrat?
5. “Kami menyadari bahwa Pasangan Capres Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sangat mengharapkan bantuan Bapak SBY dan Mas AHY untuk menaikkan elektabilitas mereka yang cenderung stagnan. … Untuk itu, jika benar pasangan ini serius untuk menang, maka janji-janji yang pernah diucapkannya agar direalisasikan, bukan janji dibayar dengan janji.” (Demokrat)
Demokrat ini cukup percaya diri juga. Pantasan kubu Prabowo tidak pernah marah sekalipun Demokrat membebaskan kadernya berpaling ke Jokowi. Sekarang ketahuan, bahwa sebenarnya Gerindra sangat membutuhkan Demokrat.
Dan ternyata janji-janji yang belum dipenuhi dibayar dengan janji. Apakah itu? Dulu dijanjikan posisi cawapres untuk AHY, Demokrat setuju koalisi dan ternyata tidak jadi. Lalu kemungkinan dijanjikan logistik, dan belum dipenuhi juga.
6. “Kami meminta kepada Partai Gerindra agar tidak banyak mengeluh kepada publik dan meminta partai lain untuk melakukan ini itu karena hanya akan membuka aib Partai Gerindra sendiri. Sebagai bagian dari koalisi, kami mengajak duduk bersama untuk merealisasikan janji-janji yang sudah dibuat oleh Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno…” (Demokrat)
Demokrat sepertinya gerah juga dengan keluhan-keluhan dari Gerindra yang tendensius dan menyesatkan di atas tadi. Demokrat menasihati Gerindra, ini keren. Demokrat bukan saja partai koalisi penentu tetapi juga penguasa koalisi. Lagi-lagi menuntut janji-janji ditepati.
7. “… Jika berjanji kecil kepada “rakyat terdekat” saja tidak mampu direalisasikan, bagaimana dapat mewujudkan banyak janji kepada rakyat luas. Jangan nodai rakyat dengan janji-janji. Berikan bukti, dan bukan janji.” (Demokrat)
Bagian ke tujuh ini menurut saya paling menyakitkan. Gerindra selalu saja menuding petahana tidak menepati janji kampanye dulu. Tidak tahunya jutru mereka yang sekarang sudah mengingkari janji ke Demokrat. Ini masih skala koalisi loh, belum skala negara.
Jadi fix yach, Prabowo-Sandi mengingkari janjinya.
Saya heran, Demokrat ini kampanye untuk Prabowo-Sandi gak sih? Kog sepertinya mereka mau menghantam Prabowo-Sandi dengan cara terbuka yach? Apa mungkin ini adalah balas dendam atau penalakan putra mahkota jadi cawapres?
Tetapi terlepas dari situ, kita harus berterima kasih kepada Demokrat karena sudah membongkar jadi diri Prabowo-Sandi sebagai pengingkar janji. Jangankan ke rakyat, yang jumlahnya ratusan juta itu, janji ke Demokrat saja tidak bisa (mau) ditepati.
0 Response to "Terima Kasih Demokrat Sudah Menjadi Saksi Prabowo-Sandi Ingkar Janji!"
Posting Komentar