loading...

Ciyeeee…. Gerindra Kebakaran Jenggot Dengar Jokowi Disebut Santri! Ayo Adu Akhlak Sama Sandiaga!

loading...




Katanya Prabowo itu dekat dengan ulama dan mendengar suara ulama. Tapi begitu yang bersuara KH Ma’ruf Amin, kok malah diprotes sama Gerindra? KH Ma’ruf Amin itu kan jelas-jelas ulama, keturuan ulama besar, Rais Aam NU, dan pernah menjabat Ketua MUI. Kurang ulama apa lagi?

Padahal yang disebut KH Ma’ruf Amin itu juga hal biasa. Beliau menyampaikan bahwa Jokowi itu dianggap santri dari Situbondo, oleh pondok pesantren yang ada di Situbondo. Alasannya karena pernah belajar agama dari seorang alumni Situbondo, jadi ada jalur keilmuan yang mengalir. "Itu saya dapat cerita dari Situbondo. Beliau itu dianggap sebagai santri Situbondo karena ada hubungan keilmuan. Yang mengajari agama Pak Jokowi itu alumni senior dari Situbondo," kata Ma’ruf. Situbondo yang dimaksud Ma'ruf Amin adalah salah satu ponpes di Jawa Timur. Ma'ruf mengatakan Jokowi tidak mondok di Situbondo. Jokowi, kata Ma'ruf, hanya dianggap sebagai santri Situbondo karena ada kesamaan dalam jalur keilmuan. "Jadi dia belajar agama kepada seorang guru yang dia alumni dari Situbondo. Oleh karena oleh Situbondo dianggap dia punya jalur keilmuan dan dianggap santrinya Situbondo," ujar Ma'ruf Sumber.


Saya sih paham dengan logika yang dipakai oleh pondok pesantren di Situbondo itu. Kurang lebih sama lah dengan murid seorang ulama besar, yang bisa disebut santri atau ulama juga nanti kalau dia dianggap punya ilmu yang cukup untuk disebut sebagai ulama. Oleh karena itu, pertanyaan “berguru sama siapa” itu bagi saya wajib ditanyakan ketika seseorang mengaku sebagai ulama.

Justru yang tidak logis itu adalah ketika tiba-tiba Sandiaga disebut santri oleh PKS. “….Saudara Sandi adalah merupakan sosok santri di era post-Islamisme. Dia benar-benar menjadi contoh pemimpin muslim yang kompatibel dengan perkembangan zaman," kata Sohibul Iman, Presiden PKS. Kemudian PKS kembali memberikan predikat ulama kepada Sandiaga. "Menurut saya sih Pak Sandi itu ya ulama, dari kacamata tadi. Perilakunya, ya perilaku yang juga sangat ulama, beliau melaksanakan ajaran agama, beliau puasa Senin-Kamis, salat duha, salat malam, silaturahim, menghormati orang-orang yang tua, menghormati semuanya, berakhlak yang baik, berbisnis yang baik, itu juga satu pendekatan yang sangat ulama. Bahwa kemudian beliau tidak bertitel 'KH' karena memang beliau tidak belajar di komunitas tradisional keulamaan," tutur Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS. Kemudian Sandiaga meniti tembok kuburan dan melangkahi makam… Santri? Ulama? Dari Hong Kong?

Eh, gara-gara cerita dari KH Ma’ruf Amin itu, Gerindra malah jadi panas. Kayak kebakaran jenggot. Terus protes. Wakil Direktur Bidang Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Dimam Abror tak setuju dengan sebutan santri terhadap Jokowi itu. "Kalau isu Pak Jokowi itu santri, saya orang Jawa Timur, saya tahu santri di sana, ada Kyai Haji Arsyad. Setahu saya Pak Jokowi disebut santri di sana menurut saya, ndak," kata Dimam. "Kalau Pak Maruf bilang 'oh gurunya Pak Jokowi itu pernah nyantri di Situbondo' ya bisa saja. Kalau Pak Ma'ruf bilang Pak Jokowi santri, saya tahu anatomi santri," kata dia. Dia pun meminta kubu Jokowi lebih cerdar mengangkat isu-isu terkait pilpres, seperti pihaknya yang terus fokus mengangkat isu ekonomi Sumber. Bohong ahh! Siapa yang duluan menyebut Sandiaga itu santri dan ulama? Siapa yang mengangkat isu penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet?

Satu lagi komentar dari Gerindra. Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid tidak sepakat dengan sebutan Jokowi sebagai santri, karena dia menilai Jokowi tidak sesuai dengan batasan definisi santri. "Ya kalau bikin batasan baru, lahir batasan baru. Kalau batasan lama ya tentu tidak, dong," kata Sodik. "Kalau batasan lama itu lebih cocok Sandi, kecuali jika ada batasan baru yang bisa mengakomodasi seorang sosok Jokowi masuk santri, iya enggak," ungkapnya. "Jadi, satu, bukan hanya yang paham ilmu agama, bukan hanya paham fiqih, bukan hanya mondok di pesantren, bukan hanya bisa baca kitab kuning, tapi mereka adalah lahir dari budaya Islam, mereka punya komitmen kepada Islam, mereka punya akhlak yang islami, mereka punya akhlak kepada bangsa," ucapnya Sumber.


Lah, kok nggak terima ada orang lain disebut santri selain Sandiaga? Gerindra kok merasa rebutan gelar santri ya? Padahal yang disampaikan oleh KH Ma’ruf Amin itu asalnya dari Situbondo, dari yang punya pondok pesantren di sana. Kalau mereka merasa bahwa Jokowi ini nyantri dari jauh karena gurunya adalah alumni sana, itu hak mereka bukan? Mungkin itu satu bentuk cerminan alasan kenapa mereka mendukung Jokowi, karena ada keterkaitan ilmu yang diajarkan kepada Jokowi. Mungkin karena mereka menilai akhlak Jokowi sudah sesuai dengan standar akhlak para santri yang mondok di sana. Bicara soal akhlak, mana pernah Jokowi bicara bohong? Bilang tempe setipis kartu ATM, bicara harga-harga melangit dan emak-emak menjerit? Bicara bahwa harga nasi ayam di Jakarta lebih mahal daripada di Singapura? Meniti tembok pembatas makam, padahal ada jalan setapak di samping makam? Melangkahi makam? Gilaak! Pernah Jokowi berbuat demikian? Publik juga bisa menilai soal akhlak ini, terutama akhlak-nya Sandiaga!

#JokowiLagi



(Sekian)


0 Response to "Ciyeeee…. Gerindra Kebakaran Jenggot Dengar Jokowi Disebut Santri! Ayo Adu Akhlak Sama Sandiaga!"

Posting Komentar